July 2007


Dia tak takut untuk berubah. Pria yang awalnya bercita-cita menjadi guru ini harus bertahan hidup sebagai nelayan selama puluhan tahun. Kini, Mahmudin berhasil menjadi pengusaha karang hias dari Kepulauan Seribu yang beromzet jutaan rupiah per bulan.

Pria kelahiran Pulau Panggang, Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, yang kini berusia 45 tahun itu memulai budidaya karang hias sekitar awal tahun 2003. Mahmudin yang suka belajar dan mengajar ini tak ragu mencoba pengetahuan yang didapatnya dari Kepala Balai Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu atau BTNLKpS Sumarto. (more…)

Dia menerangi desa dalam arti sebenarnya. Bersama suaminya, Iskandar Budisaroso Kuntoadji, Tri Mumpuni Wiyatno membangun pembangkit listrik mini bertenaga air. Sudah 60 lokasi mereka terangi dengan listrik.

Listrik bukan tujuan utama kami, melainkan membangun potensi desa supaya mereka berdaya secara ekonomi,” kata Tri Mumpuni atau biasa dipanggil Puni dalam percakapan pekan lalu di Jakarta.

Karena itu, meskipun telah melistriki banyak tempat, Puni yang menjadi Direktur Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (Ibeka), lembaga swadaya yang dia dirikan bersama Iskandar pada 17 Agustus 1992, terus mengembangkan end use productivity, yaitu bagaimana masyarakat desa setelah memiliki listrik menggunakan listrik itu untuk kegiatan produktif sesuai potensi desa. (more…)

Batu bara selama ini lebih dikenal sebagai sumber energi yang relatif murah. Bisa dikatakan tidak banyak masyarakat yang mengenal batu bara sebagai bahan baku untuk produk kerajinan yang memiliki nilai seni.

Batu bara yang diciptakan menjadi produk kerajinan yang bernilai seni ini jelas memiliki nilai tambah yang cukup tinggi. Nilai tambah itu tidak hanya terkait dengan nilai jual produk, tetapi juga nilai seni yang menyertai barang tersebut.

Membuat produk kerajinan dari bahan batu bara itu ternyata juga bisa dilakukan tanpa seseorang harus memiliki pendidikan seni, seperti seni pahat dan seni lukis. Tanpa pendidikan seni secara formal pun, orang yang tekun mengembangkan bakat atau potensi dalam dirinya dapat berkreasi membuat produk kerajinan dari batu bara. Hal itulah yang dilakukan Supriadi. (more…)

Terangnya dunia hanya ia nikmati hingga usia 10 tahun. Namun, kehilangan indera penglihatan sejak usia bocah itu tak mematikan semangat dan rasa percaya diri dia untuk meneruskan hidup seperti umumnya orang lain.

Itulah Saharuddin Daming, yang pada 21 Juni lalu dinyatakan lolos seleksi calon anggota Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Komisi III DPR menetapkan dirinya sebagai salah satu dari 11 anggota Komnas HAM periode 2007-2012.

Inilah kali pertama keanggotaan Komnas HAM diisi seorang tunanetra. Pada sisi lain, melalui lembaga negara ini, Saharuddin yang punya nama lain Andi Sebastian tertantang untuk menghilangkan diskriminasi bagi penyandang cacat. (more…)