Pertanian


Sumber: Kompas

Masril Koto adalah pendobrak kebekuan fungsi intermediasi industri perbankan di bidang pertanian. Bersama sejumlah rekannya, petani yang tak tamat sekolah dasar itu mendirikan Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis (LKMA) Prima Tani di Nagari Koto Tinggi, Kecamatan Baso, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, pada 2007.

LKMA Prima Tani di Nagari Koto Tinggi itu menjadi cikal bakal program pengembangan usaha agribisnis pedesaan (PUAP) nasional. Kini, lebih dari 300 unit LKMA telah berdiri di seantero Sumbar atas dorongannya. (more…)

Sumber: Kompas

Berawal dari tekad mencegah kepunahan kambing gembrong (termasuk ”Capra aegragrus”), Suprio Guntoro berhasil membuka cakrawala tentang metode peternakan dan pertanian yang lestari. Hasil penelitiannya tentang probiotik hewan ruminansia atau memamah biak telah memberdayakan sekaligus menjadi tumpuan ribuan peternak dan petani di Bali, Jawa Timur, dan Nusa Tenggara.

Bali menyajikan fenomena subtil sekaligus ironis. Di satu sisi pariwisata diagungkan meski secara fisik mengorbankan sebagian alamnya. Lahan subur pertanian disesaki hotel dan vila. Kaum muda tenggelam dalam bisnis pariwisata, meninggalkan pertanian. (more…)

Sumber: Kompas.

Ada kebun pepaya di belakang rumah Abdul Karim Sidik di Kelurahan Lamaru, Balikpapan, Kalimantan Timur. Pohon-pohon pepaya di kebun seluas 2,5 hektar itu tak tinggi.

Namun, paras Karim begitu berseri tatkala menunjukkan batang-batang pohon pepayanya dipenuhi buah yang gemuk berkulit kencang seperti lebah berkerumun membangun sarang.

Hidup lelaki kelahiran 57 tahun silam itu memang tak lepas dari pepaya. Sudah 25 tahun Karim menaruh kesetiaan pada pepaya. Buah tanpa musim itu pun balas memberikan jasa kepada Karim: kesejahteraan, kemasyhuran, dan kemenangan. (more…)

Sumber: Kompas.

Ketut Sirsa (37) adalah satu dari sedikit perkecualian tentang gambaran umum petani negeri ini. Di saat ketergantungan petani terhadap pupuk kimia begitu besar, petani asal Pucak Sari, Busungbiu, Singaraja, Bali, ini mengandalkan pupuk organik 100 persen sejak belasan tahun lalu.

Sejak tiga tahun terakhir ia mengaplikasikan penuh bio urine (pupuk cair) yang diolah dari air kencing dan kotoran kambing peranakan ettawa peliharaannya. Enam belas kambing peranakan ettawa (PE) itu merupakan sahabat-sahabat Sirsa, sekaligus pemberi kehidupan bagi dirinya, sang istri Ketut Suwardhati (35), serta dua putra- putrinya, Ery Santi Permana (13) dan Kadek Dian Adi Kusuma (6). (more…)

Sumber: Kompas.

Alam takambang jadi guru. Begitu filosofi orang Minangkabau. Namun, bagi Sutan Mancayo dan Andra, petani di lahan Institut Pertanian Organik Aia Angek, Kecamatan Koto, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, ada tambahan kalimatnya: Ladang terbentang jadi lautan ilmu.

Sejak beberapa bulan terakhir, tak henti-hentinya berbagai kalangan, baik dari dalam maupun luar Sumatera Barat (Sumbar), berkunjung ke kebun yang dikelola Sutan Mancayo dan Andra di Institut Pertanian Organik (IPO) Aia Angek untuk menyelami lautan ilmu tersebut.

Ada petani, penyuluh pertanian, pejabat dinas pertanian, wakil rakyat, akademisi dan pakar pertanian, guru besar bidang pertanian, peneliti, dan mahasiswa program doktoral (S3), bupati, gubernur, sampai pejabat USAID. Bulan Maret 2006, akan datang rombongan dari Departemen Pertanian, Jakarta. (more…)

Sumber: Kompas.

“Waktu pertama kali mencoba memberdayakan petani setempat, golok yang saya hadapi,” kenang Pemimpin Pondok Pesantren Al-Ittifaq KH Fuad Affandi (58). Ihwalnya, saat itu dia menganjurkan masyarakat menanam tomat dan kubis. Tak disangka, harga kedua komoditas itu jatuh sehingga membuat petani murka.

Mereka mendatangi pondok pesantren (ponpes) yang berlokasi di Desa Alamendah, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, itu. Untunglah kemarahan petani dapat diredakan, tetapi Fuad sempat tertekan atas kejadian tersebut. Meski demikian, tekadnya meningkatkan harkat dan derajat hasil agrobisnis petani tak luntur. (more…)

Sumber: Kompas.

Pengalaman adalah guru terbaik bagi Saparudin (39). Betapa tidak. Pengalaman disertai amatan, semangat mencoba, dan ingin tahulah yang telah mengantarkan warga Dusun Mapak Dasan, Desa Kuranji, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat ini, mampu memproduksi pestisida alami yang dia beri nama Superbio.

Pestisida alami tersebut memang bahan bakunya dari alam. Saparudin menggunakan gula merah, air beras, kunyit, jahe, kencur, temu lawak, temu ireng, lengkuas, legundi, tetunggeng (istilah lokal), tembakau, dan beberapa akar tanaman, serta tuak manis. Ada satu materi yang enggan diungkap, yaitu bakteri plus, dengan alasan menjadi “rahasia perusahaan”. (more…)

Next Page »